Pertanyaan di atas memang menimbulkan kontroversi di kalangan pengguna openBVE yang menggunakan KRL Jabotabek dalam dinasannya.

Untuk itu saya berusaha menelaah masalah ini satu demi satu sesuai fakta yang ada.

Pertama, perlu diketahui bahwa ketebalan tralis besi untuk kaca rangkaian perlu dibuat setebal mungkin agar terlihat jelas, karena jika hanya menggunakan satu garis hitam tipis pada bagian horizontal maka jika dilihat dari jarak jauh maka akan terlihat sama seperti tanpa tralis besi.

Kedua, sisi keindahan dalam pengoperasian rangkaian juga ikut berkurang, karena tralis besi menghalangi pandangan dari dalam kabin, yang mana sebagian besar pengguna berdasarkan survey yang saya lakukan cenderung memilih pandangan yang luas ketimbang kemiripan.

Ketiga, tak akan ada pelempar batu di sekitar jalur yang dilalui oleh rangkaian, sehingga lebih baik jika kaca jendela depan kabin masinis terlihat seperti rangkaian aslinya di Jepang (polos tanpa pelindung apapun).

Meskipun ada yang menginginkan lain, saya tetap akan menggunakan kaca tanpa tralis di setiap rangkaian KRL Jabotabek (alasan lainnya adalah untuk menyaingi pandangan eksterior KRL Chichibu dan Nagaden yang tanpa tralis).